Ads

Wednesday, September 11, 2013

Mustika Burung Hong Kemala Jilid 013

***Kembali

Setelah ia siuman, ia mendapatkan dirinya sudah berada di atas pembaringan, di dalam kamarnya, dan gurunya duduk di bangku. Bau yang aneh memenuhi hidungnya dan melihat ada asap mengepul di sudut kamar, ia tahu bahwa gurunya sedang memasak sesuatu yang menimbulkan bau itu. Melihat muridnya siuman, Naga Hitam lalu menulis di udara.

"Aku akan memberimu minuman untuk meredakan pengaruh darah beracun ular, akan tetapi akan bangkit kekuatan yang mungkin sukar kau kendalikan maka engkau akan kutotok dan kaki tanganmu kuikat. Jangan khawatir, itu adalah akibat bekerjanya racun dan obat. Siapkah engkau?"

Kim Hong masih merasa betapa tubuhnya panas seperti dibakar dari dalam. Melihat ucapan yang ditulis gurunya, ia hanya dapat mengangguk, siap menghadapi apa saja untuk mematuhi gurunya. ia pasrah sepenuhnya karena yakin bahwa semua itu dilakukan gurunya untuk kebaikan dirinya.

Dengan gerakan yang amat cepat Hek-liong Kwan Bhok Cu menggerakka ranting baru yang berada di tangannya dan menotok tujuh jalan darah di tubuh muridnya yang seketika merasa betapa seluruh tubuhnya tidak mampu digerakkan. Kemudian, gurunya mengambil sebuah tali dari kain sutera yang kuat mengikat pergelangan kedua kaki tangannya dengan kuat sehingga andai kata ia tidak ditotok sekalipun, ia tidak akan mampu menggerakkan kaki dan tagannya. Bahkan ia tidak dapat mengerahkan tenaga sama sekali.

"Sekarang minum kuah ini sampai habis," gurunya menulis, lalu mengambil poci obat yang sudah sejak tadi di masak dan kini masih hangat, menuang isinya setengah mangkok lebih, kemudian dia membantu muridnya duduk dan dekatkan mangkok pada mulut Kim Hong.

Gadis itu dengan patuh minum obat yang terasa pahit dan berbau aneh, akan tetapi tidaklah memuakkan seperti darah ular tadi. Kemudian ia direbahkan kembali. Rasa panas masih membakar seluruh tubuhnya dan ia mendengar suara gemuruh di kedua telinga. ia memandang wajah gurunya dan Naga Hitam itu menulis lagi di udara.

"Pejamkan matamu dan tidurlah."

Kim Hong memejamkan matanya. Perlahan-lahan, panas yang membakar itu mulai mereda, dan makin nyaman rasanya, akan tetapi suara dalam kepalang semakin gemuruh sampai hampir tak tertahankan. Kemudian, terasa olehnya dalam perut di bawah pusar bergolak, bergerak seolah-olah ada sesuatu yang hidup di sana. ia yang sudah mempelajari menggunakan tenaga sin-kang tahu bahwa di dalam tan-tiang di bawah pusarnya terjadi pergolakan tenaga yang dahsyat sekali, ia berusaha mengendalikan tenaga itu, akan tetapi gagal. Tenaga itu seperti liar dan menerobos ke seluruh tubuhnya dan ia mendengar suara tulang-tulang atau otot-¬ototnya berkeretakan! Dan ia merasa betapa semua jalan darahnya terbuka, bahkan yang tadinya tertotok kini terbuka dengan sendirinya! Tenaga dahsyat itu memaksa tangan kakinya bergerak, matanya terbelalak, hidungnya kembang kempis dan kedua telinganya juga menjadi peka sekali. ia melihat gurunya bangkit berdiri dan memandang kepadanya, ranting di tangan.

Kaki dan tangannya meronta dari ikatan, Kim Hong maklum bahwa suatu tenaga yang dahsyat dan liar. ia mencoba untuk mengendalikan dan tidak menggerakkan tangan kaki, namun semua usahanya sia-sia. Bagaikan memiliki kehidupan sendiri di luar kekuasaan hati dan akal pikirannya, kaki tangannya bergerak dan...... semua tali sutera yang mengikat pergelangan kaki tangannya putus! Dan iapun seperti dilontarkan ke atas, meloncat turun dari pembaringan, kaki tangannya bergerak-gerak seperti orang kesetanan.

Ketika ia memandang gurunya dengan tubuh bergoyang¬-goyang. gurunya cepat menggerakkan ranting di tangan menulis di udara.

"Cepat salurkan tenaga itu untuk menyerangku!"

Memang ada dorongan hebat dari dalam untuk mempergunakan tenaga itu, tenaga dahsyat yang seolah memaksanya untuk menggeraikan kaki tangan, mempergunakannya dalam gerakan yang teratur. Akan tetapi, Kim Hong masih menyadari bahwa ia tidak boleh menyerang gurunya. Andaikata di situ terdapat musuh, ketiga Sam Mo¬ong umpamanya, tentu tanpa diperintah lagi ia sudah menyerang mereka, menggunakan tenaga yang bergolak di dalam tubuhnya itu. Akan tetapi gurunya? Tidak, ia tidak akan menyerang gurunya! Karena pertentangan antara dorongan tenaga itu dan kesadaran batinnya, tubuhnya semakin bergoyang-goyang tidak karuan, seolah ada binatang buas di dalam tubuhnya yang meronta dan mengamuk minta dilepaskan dari kurungan.

Melihat ini, tiba-tiba Hek-liong Kwan Bhok Cu menggerakkan ranting di tangannya menyerang! Terdengar suara bercuitan nyaring ketika ranting itu meluncur dan menusuk ke arah mata Kim Hong! Tentu saja gadis itu terkejut dan secara otomatis, ia mengelak dengan mendoyongkan tubuh ke kiri. Dan secara refleks pula, tangannya menangkis dengan gerakan berputar.

"Wuuut, plakk!"

Dan gadis itu terkejut bukan main. ia merasa betapa gerakannya ringan bukan main, dan ketika tangannya menangkis ranting, ia merasa betapa tangannya membentur benda yang amat kuat sehingga ia terhuyung ke samping, akan tetapi gurunya juga terhuyung! Dan gurunya sudah menyerang lagi, lebih cepat dan dahsyat. Karena serangan gurunya itu merupakan serangan maut, terpaksa Kim Hong melawannya. Gadis yang amat cerdik ini tidak merasa kaget dan heran lagi karena kini ia tahu bahwa ia dikuasai tenaga mujijat akibat racun dan obat, dan gurunya melihat bahwa jalan satu-satunya agar ia dapat mengendalikan tenaga itu adalah dengan jalan mempergunakan tenaga itu dalam gerakan silat yang sungguh-sungguh!

Terjadilah pertandingan yang amat hebat. Karena saling mengenal jurus dan gerakan masing-masing dalam menyerang dan menangkis, maka mereka seperti sedang berlatih saja. Akan tetapi, Si Naga Hitam mengerahkan semua tenaganya untuk mengimbangi tenaga dahsyat Kim Hong ketika gadis itu mulai membalas serangannya dan memang tenaga dari dalam tubuh gadis itu luar biasa dahsyatnya. Setelah lewat limapuluh jurus, Kim Hong mulai dapat mengendalikan tenaga dahsyat itu. Terasa betapa tenaga itu mulai jinak dan menurut kehendak hatinya. Setelah merasa benar bahwa ia mampu mengendalikannya, iapun meloncat kebelakang dan berdiri tegak, tidak lagi kaki tangannya bergerak walaupun ia masih merasakan getaran didalam tubuhnya.

"Cukup, suhu. Teecu telah dapat mengendalikannya!" katanya, girang dan terharu melihat betapa gurunya yang tadi melawan sungguh-sungguh itu nampak kelelahan dan mukanya basah oleh keringat.

Hek-liong Kwan Bhok Cu berhenti pula dan dia menghela napas panjang, mulutnya tersenyum dan matanya bersinar-¬sinar. Dia menggunakan lengan baju kiri untuk menghapus keringatnya, kemudian rantingnya bergerak menulis diudara.

"Kita berhasil! Mulai saat ini, bukan saja engkau akan kebal terhadap segala macam racun, juga tenaga sin-Kangmu menjadi amat kuat. Aku yakin engkau akan mampu mewakili gurumu melakukan sebuah tugas yang berat."

Kim Hong menjatuhkan diri berlutut di depan gurunya.
"Teecu siap melaksanakan perintah suhu, bagaimana beratpun!"

Gurunya menggunakan ujung ranting menyentuh pundak muridnya. Ketika gadis itu mengangkat muka memandangnya, dia memberi isyarat kepada Kim Hong untuk memasuki pondok mereka.

Setelah mereka duduk saling berhadapan, sebelum gurunya memberi perintahnya, Kim Hong mempergunakan kesempatan itu untuk mengeluarkan dorongan hatinya yang timbul sebelum ia minum darah ular tadi, yang timbul oleh pertemuan mereka dengan Sam Mo-ong.

"Suhu, harap suka memaafkan tee-cu atas kelancangan teecu ini. Ketika Sam Mo-ong muncul dan mendengarkan ucapan mereka terhadap suhu, timbul keinginan tahu yang mendesak dalam hati teecu. Benarkah suhu dahulu tidak gagu dan mengapa sekarang menjadi gagu? Dan mengapa pula mereka mengatakan suhu telah berkhianat kepada dunia kang-ouw ? Suhu adalah satu-satunya orang yang dekat dengan teecu, sudah teecu anggap sebagai pengganti orang tua. Teecu ingin sekali mengetahui riwayat suhu."

Hek-liong Kwan Bhok Cu menghela napas panjang dan wajahnya yang masih tampan itu nampak muram, lalu dia memejamkan matanya. Sampai beberapa lamanya dia berdiam diri, dan Kim Hong tetap menanti. Akhirnya, Si Naga Hitam menggerakkan ranting di tangannya, menulis, diikuti penuh perhatian oleh muridnya. Kim Hong tidak mau melepaskan sehurufpun dari tulisan gurunya karena gurunya sedang menceritakan riwayat singkatnya melalui tulisan itu.

Dengan singkat Si Naga Hitam membuka rahasia dirinya kepada muridnya, pada hal selama bertahun-tahun ini dia menyembunyikan atau merahasiakannya. Hal ini adalah karena dia memang merasa sayang sekali kepada muridnya itu, yang dianggap seperti anaknya sendiri. Dalam kehidupannya yang kosong dan kering selama bertahun-tahun ini, dia merasa hidup ada artinya kembali setelah Kim Hong menjadi muridnya. Gadis itu bagaikan sinar terang yang sedikit banyak menerangi pula hatinya yang gelap.

Beberapa tahun yang lalu dia masih menjadi seorang tokoh dari perkumpulan rahasia Beng-kauw, sebuah perkumpulan golongan hitam yang sesat dan aneh. Karena Kaisar Beng Ong pernah mengirim pasukan menyerang dan mengobrak abrik sarang Beng-kauw, maka timbul dendam terhadap kaisar itu dan pada suatu hari, Kwan Bhok Cu mendapat tugas dari Bengkauw untuk membunuh Kaisar Beng Ong. Dia mendapat kepercayaan ini karena dia merupakan orang yang memiliki ilmu kepandaian tinggi, juga hidup membujang sejak muda sehingga andaikata dia gagal dalam tugasnya dan tewas, tidak ada anggauta keluarganya yang akan kehilangan.

Pada suatu malam yang gelap dan dingin, Kwan Bhok Cu berhasil menyusup ke dalam istana. Dalam pencariannya terhadap Kaisar Beng Ong, dia melihat seorang selir kaisar yang membuatnya tergila-gila. Dia menangkap selir itu untuk dipaksa menunjukkan di mana adanya kaisar. Akan tetapi, selir itu bahkan membuat dia tergila-gila karena selir itu luar biasa cantiknya, ia adalah selir yang dikenal sebagai Puteri Harum, yaitu Yang Kui Hui. Wanita cantik ini baru sebulan menjadi selir Kaisar Beng Ong, atau jelasnya, dirampas dari suaminya, yaitu Pangeran Shou dan dipaksa menjadi selir kaisar.

Mendengar betapa pria tampan dan gagah itu hendak membunuh kaisar, Yang Kui Hui membujuknya agar jangan melakukan perbuatan nekat dan berbahaya itu. Kwan Bhok Cu terbujuk, bahkan jatuh cinta kepada Yang Kui Hui. Wanita ini, demi menyelamatkan nyawa kaisar, rela menyerahkan diri kepada Kwan Bhok Cu. Mereka mengadakan hubungan dan Kwan Bhok Cu disembunyikan oleh Yang Kui Hui. Sampai tiga hari dia berhasil bersembunyi. Pada hari keempat, atas pemberitahuan Yang Kui Hui, dia disergap sepasukan pengawal. Kwan Bhok Cu menggunakan kepandaiannya menyelamatkan diri keluar dari istana.

Tentu saja dia dianggap pengkhianat oleh Beng-kauw, juga oleh para tokoh kangouw, apalagi setelah pasukan pemerintah kembali menyergap Beng-kauw dan orang-orang kangouw yang sedang mengadakan pertemuan di markas Beng-kauw Pasukan dapat mengetahui sarang baru itu karena diberi tahu oleh Yang Kui hui.yang berhasil mengorek rahasia dari mulut Kwan Bhok Cu yang tergila-gila kepadanya.

"Demikianlah," Kwan Bhok Cu mengakhiri ceritanya melalui tulisan di udara, "orang-orang kangouw memusuhiku dan hendak membunuhku. Para pimpinan Beng-kauw mengusirku dan tidak mengakui aku lagi, akan tetapi masih melindungiku dengan pernyataan bahwa mereka telah membunuhku. Aku terpaksa menyembunyikan diri dan menjadi orang gagu. Siapa kira, hari ini rahasiaku diketahui Sam Mo-ong yang tentu akan menuntut kepada Beng-kauw, Keselamatanku terancam, aku harus pergi sekarang juga dari sini."

"Akan tetapi, suhu. Mengapa kita harus lari? Biar kita lawan siapa saja yang hendak membunuh suhu!" kata Kim Hong marah.

"Tidak mungkin kita mampu menandingi para tokoh Beng¬kauw. Mereka terlalu banyak. Juga aku tidak mau memusuhi mereka, aku dibesarkan di antara mereka. Aku tidak ingin membuat engkau ikut menjadi korban. Di samping itu, aku mempunyai tugas untukmu yang harus kau laksanakan." Tulis Kwan Bhok Cu.

Kim Hong merasa terharu membaca tulisan tentang riwayat suhunya itu ia dapat membayangkan ketika suhunya menangkap selir itu untuk dipaksa menunjukkan tempat di mana kaisar berada, betapa selir yang cantik jelita telah menjatuhkan hati suhunya yang selalu hidup membujang. Karena jatuh cinta kepada selir kaisar, suhunya kehilangan segala-galanya, bahkan diasingkan dari Beng-kauw, dimusuhi orang-orang kangouw.

"Katakan, apakah tugas itu, suhu ? Teecu akan melaksanakan semua perintah suhu."

"Banyak hal terjadi di kota raja," tulis Si Naga Hitam. "Panglima An Lu Shan dari Peking telah menyerbu dan menguasai kota raja Tiang-an. Kaisar melarikan diri ke barat, ke Se-cuan. kabarnya, dalam perjalanan mengungsi itu, selir Yang Kui Hui telah dijatuhi hukuman mati, demikian pula saudaranya, Menteri Yang Kok Tiong. Kaisar terlunta-lunta di Se-cuan dan mungkin sedang menghimpun kekuatan. Ada desas-desus bahwa pusaka istana yang menjadi andalan kekuasaan kaisar, yaitu Giok-ong-cu (Mestika Hong Kemala) hilang, sekarang, aku minta agar engkau suka membantu kaisar, kalau mungkin mencari dan merampas kembali pusaka itu dan mengembalikan kepada kaisar yang berhak dan juga, engkau harus membantu Kerajaan Tang untuk bangkit kembali, membantu untuk menghancurkan pemberontak An Shan itu."

Diam-diam Kim Hong merasa heran mengapa gurunya demikian sungguh-sungguh membela kaisar. Agaknya tidak mungkin kalau hal ini didorong oleh kesetiaannya kepada kaisar. Bukankah pernah gurunya itu bahkan hampir membunuh Kaisar Beng Ong? Ataukah gurunya ingin menebus dosa, dan juga membela kematian Yang Kui Hui yang tetap dicintanya? ia tidak mengerti dan tidak mampu mencari jawabannya, juga tidak berani bertanya kepada gurunya yang nampak sudah sedemikian sedihnya.

"Baik, suhu. Teecu akan menaati perintah suhu. Lalu, kapan kiranya kita dapat bertemu dan berkumpul kembali?"

Si Naga Hitam tersenyum dan menulis,
"Jangan tanyakan itu. Kalau Tuhan masih memberiku usia panjang, suatu saat kita pasti akan saling jumpa. Aku tidak akan berada di sini lagi karena tak lama lagi tentu banyak tokoh kang-ouw akan menyerbu ke sini."

Setelah berkemas, membawa buntalan pakaian dan menerima sekantung berisi beberapa potong emas dan perak sebagai bekal perjalanan, Kim Hong berpisah dari gurunya, meninggalkan Bukit Nelayan, dan menyusuri Sungai Huai menuju ke barat, ia mempunyai dua macam tugas dalam hidupnya, yaitu pertama ia akan pergi mencari ayahnya yang belum pernah dilihat seumur hidupnya, ia hanya tahu dari ibunya bahwa ayahnya bernama Can Bu, seorang laki-laki yang gagah perkasa, akan tetapi ia tidak tahu di mana ayahnya berada. Akan tetapi mengingat cerita ibunya bahwa ayahnya adalah seorang perwira, besar kemungkinan ia akan mendapatkan keterangan tentang ayahnya di kota raja. Sayang sekali, sekarang terjadi pergolakan di kota raja, bahkan kaisarnya melarikan diri dan kota raja diduduki oleh pemberontak An Lu Shan. Adapun tugas kedua adalah tugas yang diperintahkan gurunya kepadanya, yaitu membantu kaisar, menentang An Lu Shan, dan membantu kembalinya Giok-hong-cu yang hilang.

Berita tentang hilangnya mestika burung Hong Kemala telah tersebar di dunia kangouw, menarik perhatian para tokoh kangouw karena semua orang maklum bahwa benda itu merupakan pusaka yang amat berharga bahkan menjadi tanda kekuasaan seorang kaisar! Tentu saja setiap orang ingin memilikinya. Kaisar sendiri dan juga Panglima Koli Cu terkejut dan terheran-heran mendengar desas-desus lenyapnya pusaka itu tersiar di luar. Padahal, hanya mereka berdua yang mengetahuinya, bahkan, telah dibuatkan yang palsu untuk menggantikan yang hilang. Mereka berdua tidak tahu bahwa ketika mereka bicara tentang hilangnya pusaka itu, pembicaraan mereka terdengar oleh seorang thai-kam. Thaikam ini memang sudah menaruh curiga ketika Panglima Kok menggeledah seluruh rumah Menteri Yang Kok Tiong, bahkan menggeledah pakaian yang menempel di mayat bekas menteri itu! Dan thaikam itulah yang menyebarkan berita kehilangan pusaka itu keluar.

**** 013 ****

***Mustika Burung Hong Kemala Jilid 014
***Kembali

No comments:

Post a Comment